Recent posts

Tampilkan postingan dengan label Tips-Trik. Tampilkan semua postingan

Apa Bedanya Kode Rantai 428H dan 428 ?



Di pasaran ada rantai dengan kode 428 dan 428H yang umumnya dipakai di motorsport 150 cc. Imbuhan 'H' punya arti Heavy Duty yang menandakan punya kekuatan lebih dibanding tipe 428. Tapi kalau terpaksa harus pakai rantai tipe 428, apakah masih aman?
Menurut keterangan di situs resmi produsen rantai FSCM, jawabannya aman! Meski memang ada perbedaan kekuatan tarik antara tipe 428H dan 428, ternyata ada faktor lain yang meyebabkan keduanya bisa saling tukar pakai. Hal itu adalah disebabkan, ada dua jenis daya yang diterima rantaisaat dipakai.
Menurut Japan Chain Association Standard, rantai 428H punya kekuatan tarik minimum 2.101 kgf dan kekuatan fatik minimum 400 kgf. Sementara di rantai 428, punya kekuatan tarik minimum 1.703 kgf dan kekuatan fatik minimum 400 kgf. Selengkapnya >>>>>

Apa itu Tread Wear Indicator ??



Kawan-kawan dalam sebuah ban biasanya terdapat banyak kode yang kadang kita tidak ketahui apa artinya. Nah kali ini mimin akan berbagi tentang kode-kode atau simbol yang terdapat dalam ban yang kita mulai dengan Tread Wear Indicator (TWI)
Tread Wear Indicator (TWI) yang jika kita artikan perkata artinya indikator pemakaian tapak ban atau jika kita artikan berdasarkan istilah bisa kita artikan sebagai Tanda Keausan Tapak Ban.
Tanda ini digunakan untuk menunjukkan batas pemakaian pada sebuah ban, dan mempunyai ciri fisik yang terletak diantara bunga atau alur ban atau tertera pada dinding ban berbentuk segitiga.
Fungsinya sebagai penanda apakah ban yang kita pakai masih layak digunakan atau sudah tidak layak karena aus tergerus dengan aspal. Jika ketebalan bunga/alur ban sudah menyentuh atau sampai mengenai batas tersebut, itu berarti ban tersebut sudah mencapai batas aus dan harus segera diganti.
So... coba kawan-kawan perhatikan lagi TWI di ban kawan-kawan semua... apakah sudah sampai indikator tersebut atau masih aman digunakan.

Penyebab Bunyi Kasar CVT


Sobat usah bingung tujuh keliling ketika mendengar bunyi kasar di bagian CVT motor kesayangan. Apalagi sampe lari keliling lapangan. Lapangan bola pula! Capek Bor. Penyebab bunyi kasar di bagian CVT, salah satunya bisa disebabkan dari Face Set Moveable Driven yang oblak. Tak sedikit dari bengkel yang menyebut part ini sebagai Secondary sliding Sheave.
"Ketika part yang berfungsi untuk mendorong per CVT agar belt turun ini aus atau oblak, maka kerja sliding sheave menjadi tidak mulus dan perputarannya berbenturan dengan pasangannya. Kalau kita biasanya sebut ceweknya aus dan oblak kena part yang cowok. Ini dia salah satu penyebab bunyi kasar CVT," ujar Anggi yang mekanik R-59 Matic Shop di Jl. Dewi Sartika No. 32, Ciputat, Tangerang Selatan.
Selain bunyi, ada gejala juga yang ditimbulkan oleh keausan part tersebut. Ketika motor ingin bergerak, ada hentakan-hentakan kecil. Macam kampas kopling enggak mau menempel ke mangkok kopling. "Itu karena oblak, jadi muternya enggak merata atau mulus," sebut pria asli Betawi ini.
Jika part ini aus, maka sobat kudu ganti baru. Seperti Face Set Moveable Driven milik Honda Scoopy, di bengkel resmi dijual Rp 170 ribuan. "Jangan kelamaan dibiarkan, takutnya merembet ke bagian yang cowok-nya. Bisa lebih banyak lagi uang yang dikeluarkan kan. Apalagi kalau sampai nanti grease dari sliding sheave ini keluar dan mengenai kampas. Pastinya bisa slip," wanti Anggi yang selalu bertopi.
Nah, jadi tahu dong penyebab bunyi kasar CVT. Ini dia salah satunya. Begituhhhh Borrr..!!!

Tips Membeli Motor Bekas


Berniat ingin membeli motor bekas? Nih tips membeli motor bekas. Sebab, tidak semua motor bekas punya kondisi yang bagus. Sobat harus teliti agar tidak banyak belanja untuk perbaikan setelah membeli motor. Apa saja yang harus diperhatikan, yuk simak.
Periksa fisik motor seperti bodi, baut, spion, dan lainnya. Usahakan bagian-bagian motor masih sesuai dengan aslinya alias belum diganti-ganti. Serta, tidak ada bekas las-lasan ataupun drat-drat baut yang dol,” bilang Rio Nugroho Cahyandaru, pemilikshowroom motor bekas bernama Tapas Motor.
Selain itu coba juga untuk melaju sekitar 40 km/jam, lalu tekan rem sedikit mendadak untuk memastikan motor tidak sulit dikendalikan. Pengecekan rangka atau sasis motor juga diperlukan untuk mendeteksi kelurusan sasis. Sobat bisa intip dari bagian belakang motor, tepatnya posisi roda belakang terhadap roda depan. Itu untuk memastikan, apakah rangka masih lurus. Kalau tidak lurus, biasanya kondisi roda belakang seperti lari anjing.
Di bagian kaki-kaki, tips membeli motor bekas bisa dimulai dengan cek terlebih dahulu apakah terdapat rembesan oli pada sok depan maupun belakang. Setelah itu, sobat coba ajak jalan melewati jalan rusak dan melibas polisi tidur, apakah sok masih dapat meredam kejut atau sudah mati. Pastikan semuanya bekerja normal. Sebab, kaki-kaki adalah kunci kenyamanan dalam berkendara.
Tips untuk membeli motor bekas harus teliti melihat bagian mesin. Secara kasat mata, sobat periksa bagian paking atau sil-sil bagian mesin tidak ada yang bocor ataupun rembesan oli. Setelah itu, sobat bisa menyalakan mesinnya. Jika motor sehat, motor akan langsam pada 1.500 rpm. Jangan sampai, ada bunyi-bunyi aneh saat motor langsam dan saat motor dicoba ke putaran mesin yang lebih tinggi.
“Saat melakukan test ride, coba sobat melakukan perpindahan gigi untuk motor non matik, bila perpindahan gigi terasa sulit dilakukan, kemungkinan kampas koplingnya sudah akan habis. Jangan beli motor bekas dalam kondisi demikian,” tambah Rio yangshowroom-nya ada di Jl. Tapas, Blok D3, No. 5-6, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. 
Sobat coba cari tahu spesifikasi lengkap motor yang sobat cari secara detail. Baik itu kelebihan maupun kekurangan motor tersebut. Sobat bisa cari referensi melalui internet seperti www.motorplus-online.com atau bertanya kepada teman. Habis itu, sobat cek deh harga pasarannya. Oh iya, jangan terpaku pada satu referensi tempat saja. Itulah tips untuk membeli motor bekas.